Minggu, 28 Agustus 2011

Tentang Manusia dan Kerja : Don’t Give Up


“I don't like work – no man does – but I like what is in work – the chance to find yourself. Your own reality – for yourself, not for others – what no other man can ever know.” 
(Joseph Conrad - quotes-motivational-inspirational.blogspot.com)

Don’t Give Up (jangan menyerah) adalah lagu yang ditulis oleh Peter Gabriel dan dinyanyikan duet dengan Kate Bush. Lagu yang terkenal pada tahun 1986 ini berkisah tentang seorang laki-laki yang menjadi korban krisis ekonomi di Inggris era tahun 1980an sebagai akibat dari kebijakan privatisasi besar-besaran pada pemerintahan Margareth Thatcher (Wikipedia). Lirik lagu ini dimaksudkan untuk memberi dukungan kepada para korban PHK….jangan menyerah dan putus asa karena selalu ada sahabat yang mendampingi. Dan kamu tidak sendirian. Tidak perlu malu. Masih ada kami – teman dan keluarga – yang siap menopangmu
Don't give up
'Cause you have friends
Don't give up
You're not the only one
Don't give up
No reason to be ashamed
Don't give up
You still have us
Don't give up now
Don't Give Up sangat pas  diperdengarkan di saat krisis ekonomi kembali melanda dunia, khususnya di Amerika dan  Eropa . Krisis ekonomi berarti penghematan. Penghematan di dunia kerja identik dengan pengurangan tenaga kerja yang berarti akan banyak orang yang semula memiliki pekerjaan berubah status menjadi  pengangguran. Tidak mempunyai pekerjaan sama dengan ketidakpastian….masa depan yang suram dan kabur.  Pengangguran adalah  momok yang sungguh menakutkan mengingat begitu berharganya suatu pekerjaan bagi manusia, terlebih di jaman yang sangat kompetitif dan materialistis sekarang ini.
Lagu Don’t Give Up ini mendorong kita untuk merenungkan tentang makna kerja dan pekerjaan bagi manusia. Mengapa bekerja dan pekerjaan  mempunyai nilai yang tinggi bagi manusia ?  
Bagi manusia modern, pekerjaan bukan sekedar sarana untuk memenuhi kebutuhan subsisten- kebutuhan pangan, papan dan sandang atau kebutuhan untuk bertahan hidup. Pekerjaan adalah status, bukan hanya ekonomi tapi juga status sosial. Bekerja bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tapi juga kebutuhan psikologis dan sosial.
Peter Drucker menyatakan manusia adalah mahluk yang bekerja. Kerja adalah tanda dari kemanusiaannya. Dengan demikian manusia yang kehilangan pekerjaan akan merasa kehilangan nilai kemanusiaannya. Bagaimana pendapat Drucker tentang makna bekerja dan pekerjaan bagi manusia dapat disimak dari kutipan di bawah ini  :
Bekerja bukan hanya bermakna fisik, tapi juga psikologis. Dalam arti ini kerja bisa berarti berkat sekaligus kutuk. Orang perlu untuk bekerja. Namun seringkali kerja juga menjadi beban yang sangat berat. Dari sisi psikologis, fenomena pengangguran yang disebabkan oleh kemiskinan tidak hanya merusak situasi ekonomi seseorang, tetapi juga harga dirinya. Hegel seorang filsuf Jerman pernah berpendapat, bahwa kerja adalah aktualisasi diri seseorang. Drucker sendiri berpendapat bahwa kerja merupakan perpanjangan dari kepribadian manusia. Kerja adalah suatu pencapaian mimpi dan perwujudan prestasi. Kerja adalah adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk mendefinisikan dirinya sendiri dan kemanusiaannya.
Banyak orang benci untuk bekerja. Mereka bermimpi untuk memiliki uang banyak, sehingga tidak lagi perlu bekerja. Namun pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. Orang yang tidak bekerja, walaupun memiliki uang banyak, juga sulit untuk merasa puas dengan hidupnya. Mereka akan mengalami krisis identitas, karena pekerjaan membantu orang merumuskan identitasnya, walaupun tidak secara keseluruhan. Dalam arti ini dapatlah dikatakan, bahwa kerja memiliki dimensi psikologis yang mendalam, yang membantu orang untuk menentukan siapa dirinya.
Bekerja juga berdimensi sosial. Setiap orang butuh untuk bekerja, karena ia memiliki kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok, dan menjalin relasi yang bermakna dengan orang-orang yang ada di sana. Aristoteles pernah mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berpolis. Artinya manusia adalah mahluk yang membutuhkan kelompok untuk menegaskan jati dirinya. Bekerja adalah cara terbaik untuk menjadi bagian dari suatu kelompok (sumber dari SINI).
Dari pendapat di atas dapat dipahami mengapa pekerjaan bernilai tinggi di mata manusia. Dengan bekerja, orang mempunyai akses atau sarana untuk menumpuk kekayaan material yang saat ini menjadi kriteria utama untuk mengukur kesuksesan hidup seseorang. Mempunyai pekerjaan atau profesi yang bergengsi dan menjadi kaya serta mampu mengikuti tuntutan gaya hidup modern itulah tanda eksistensi diri dan lebih jauh lagi akan memperoleh penghormatan atau dihargai dan diakui oleh masyarakat atau komunitasnya.
Dengan bekerja, orang bisa mengaktualisasikan diri, bisa mengembangkan keahlian dan profesionalitasnya. Orang yang mampu bekerja dengan baik akan diapresiasi oleh atasan dan rekan kerjanya. Semua orang tentu ingin menunjukkan prestasi kerja. Kondisi sebaliknya, dianggap tidak mampu bekerja atau gagal memenuhi prestasi jelas akan membuat orang merasa tidak berharga sehingga merasa malu dan kehilangan muka. Terlebih lagi kalau itu semua berujung pada pemutusan hubungan kerja.  
Bekerja , dengan demikian, adalah persoalan harga diri. Terlebih bagi laki-laki. Konstruksi sosial budaya yang memposisikan laki-laki sebagai kepala keluarga dan penopang nafkah keluarga menjadikan laki-laki yang merasa paling down apabila menyandang status pengangguran. Sehingga apabila laki-laki yang menganggur tidak segera mendapatkan pekerjaan pengganti ditakutkan akan mengalami stress atau depresi. Dalam hal ini, dibutuhkan orang-orang terdekat baik keluarga, rekan kerja dan lingkungan kerja yang bisa menumbuhkan semangat juang dan harga diri, bukan justru memojokkan dan  membuat menjadi semakin terpuruk.
Untuk itulah, lirik lagu Don’t Give Up ini memberi pelajaran bagaimana menumbuhkan semangat keluarga, teman atau siapa pun yang tengah merasa breakdown karena tengah kehilangan pekerjaan atau mengalami kegagalan kerja. Seperti pepatah mengatakan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, tentu saja dengan catatan kalau kita mau belajar dari suatu kegagalan dan bangkit untuk meraih kesuksesan yang tertunda itu, bukannya malahan tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan. Dan ini lah yang bisa kita katakan pada mereka yang tengah mengalami kegagalan kerja :
We're proud of who you are
Don't give up
You know it's never been easy
Don't give up
'Cause I believe there's the a place
There's a place where we belong
Gambar : putushubungankerja.blog.com

 Link : http://www.youtube.com/watch?v=dduZbDFCG_E&feature=related




Dan ini lirik SELENGKAPNYA  lagu Don't Give Up 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar