Tampilkan postingan dengan label refleksi iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi iman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

My Grown Up Christmas List : Doa dan Harapan untuk Indonesia dan Dunia di Tahun 2014

Tak terasa tahun 2013 akan segera berakhir dan satu minggu lagi kita akan memasuki Tahun Baru 2014.  Memasuki Tahun Baru selalu diawali dengan harapan dan doa agar di tahun yang baru kondisi dunia  lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun, di  setiap akhir tahun tetap saja ada catatan-catatan buram tentang polah tingkah manusia yang tinggal di dalamnya. Tahun demi tahun silih berganti,  dunia belum juga lepas dari kisah seputar konflik, peperangan, rebutan kekuasaan, kerakusan, keegoisan, penindasan, dan sejenisnya.

Di awal tahun 2013, kita menapaki kehidupan dengan harapan akan dunia yang lebih damai dan sejahtera.  Namun apa yang terjadi ? Peperangan dan perebutan kekuasaan sampai saat ini masih terus terjadi di beberapa negara di Timur Tengah.  Sudah ribuan nyawa manusia melayang akibat rebutan kuasa politik di Mesir dan Suriah. Dunia nyatanya jauh dari damai.   Di Indonesia, publik dipaksa menonton kerakusan para koruptor yang menilap bermilyar-milyar uang negara untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Akibatnya, rakyat Indonesia tidak kunjung sejahtera.

Dunia memang bukan surga karena dihuni manusia, bukan malaikat. Meskipun begitu, dunia juga bukanlah neraka yang semua penghuninya para pendosa. Selalu saja ada manusia-manusia yang baik– dan saya percaya  pada dasarnya manusia adalah baik. Ibarat benih dia akan tumbuh berkembang dan memberikan buah yang baik jika ditanam di tanah atau media yang baik pula.  Menciptakan media (lingkungan dan sistem) bagi tumbuh kembang benih (manusia) yang baik adalah cara menciptakan “surga” di dunia.


Kebetulan akhir tahun berdekatan dengan Natal. Perayaan Natal dan Tahun Baru membawa pesan yang kompatibel : Natal untuk mengenang kelahiran Yesus Kristus Sang Pembawa Pesan Damai dan Sejahtera bagi dunia, sedang Tahun Baru sebagai gerbang pembuka hari baru dan harapan baru.  Esensi Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah panggilan agar manusia ingat kembali dengan misi keberadaannya di dunia yaitu merawat dan memelihara dunia serta memanfaatkan  alam dan segala isinya dengan bijaksana, sehingga menjadikan dunia sebagai tempat tinggal yang nyaman dihuni semua makhluk. Tugas menyediakan media bagi terciptanya “surga” di dunia adalah perintah Tuhan pada manusia.

Di penghujung tahun dan sekaligus menyambut kedatangan Tahun Baru 2014, saya lantunkan doa dan harapan bagi dunia dan negaraku tercinta Indonesia lewat lagu My Grown Up Christmas List.  Lagu pop karya musisi David Foster yang liriknya ditulis oleh Linda Thompson-Jenner ini bicara tentang hadiah Natal yang diinginkan semua manusia dewasa, bukan kado dan pesta-pesta tapi dunia yang damai sebagaimana digambarkan di satu bait lirik berikut :

No more lives torn apart
That wars would never start
And time would heal all hearts
And everyone would have a friend
And right would always win
And love would never end

Dunia tanpa konflik dan peperangan. Tidak ada nyawa manusia yang terenggut paksa sebagai korban ambisi manusia berebut kuasa. Tak ada lagi sakit hati dan dendam, yang ada hanyalah persahabatan dan cinta kasih yang tak berkesudahan. Inilah  hadiah Natal terindah menurut lagu My Grown Up Christmas List.
  
Akhirnya, saya ucapkan Selamat Natal 2013 khusus bagi teman-teman Kristiani dan selamat menyambut Tahun Baru 2014 untuk  semua sahabat. Meski dunia yang damai sejahtera tak kunjung hadir, janganlah itu menjadikan kita putus harapan. Tetap memelihara keyakinan dan harapan, dan bertindak sekecil apapun yang kita mampu untuk mewujudkan “surga” di sekitar kita. Itu yang bisa kita lakukan.

================

Jika ingin mendengarkan merdu dan indahnya pesan lagu My Grown Up Christmas List bisa diklik versi Kelly Clarkson dan ini yang versi Michael Buble 

Berikut bunyi lirik lengkap lagu My Grown Up Christmas List :

Do you remember me
I sat upon your knee
I wrote to you with childhood fantasies
Well I'm all grown up now
And still need help somehow
I'm not a child but my heart still can dream

So here's my lifelong wish
My grown up Christmas list
Not for myself but for a world in need

No more lives torn apart
That wars would never start
And time would heal all hearts
And everyone would have a friend
And right would always win
And love would never end, no
This is my grown up Christmas list

As children we believe
The grandest sight to see
Was something lovely wrapped beneath the tree
But Heaven only knows
That packages and bows
Can never heal a heartached human soul

No more lives torn apart
That wars would never start
And time would heal all hearts
And everyone would have a friend
And right would always win
And love would never end, no
This is my grown up Christmas list

What is this illusion called the innocence of youth
Maybe only in our blind belief can we ever find the truth

No more lives torn apart
That wars would never start
And time would heal all hearts
And everyone would have a friend
And right would always win
And love would never end, no
This is my grown up Christmas list
This is my only lifelong wish
This is my grown up Christmas list



Jumat, 02 November 2012

Miracle : Sungguh luar biasa Kuasa Tuhan


Dalam hidup seseorang suatu ketika tentu pernah mengalami peristiwa yang luar biasa , hal yang sulit dipahami logika manusia, sehingga diyakini peristiwa itu terjadi semata karena campur tangan Tuhan.  Inilah yang disebut sebagai mukjizat ...Miracles. Banyak  kesaksian tentang keajaiban atau mukjizat  yang dipublikasikan di media cetak maupun internet. Selama ini saya tidak begitu tertarik membaca pengalaman spiritual seseorang, kalau pun baca ya sekedar untuk  killing time. Tapi beberapa hari yang lalu, tepatnya Kamis 1 Nopember 2012  sekitar setengah 1 malam,   saya berenam dengan teman-teman sekantor mengalami peristiwa yang bagi kami sungguh luar biasa dan bagi saya pribadi  merupakan pengalaman  spiritual yang ajaib dan menakjubkan.

Ceritanya, malam itu kami dalam perjalanan pulang sehabis mengikuti Seminar Nasional Dies Natalis Fisip Unsoed ke -27 di Purwokerto dan sekitar pukul 12 malam lebih hendak mengantarkan teman yang tinggal di Yogya. Entah mengapa teman dosen yang orang Yogya itu seperti lupa jalan sehingga ceritanya kebablasan sampai ke ring road. Karena  jalan itu jalan tol satu arah maka kami meneruskan menelusuri jalan itu untuk menemukan jalan untuk bisa balik arah. Pas saat perjalanan itu,  di tengah jalan kami menemukan tanda bahwa jalan baru dalam perbaikan dan karena gelap kami tidak melihat sisa atau celah jalan yang bisa kami lewati. Entah bagaimana (ini yang kemudian sulit kami pahami) kok kami bisa bersepakat mengambil keputusan melewati jalur sebelahnya yang tentu saja itu merupakan jalan satu arah yang berlawanan dengan arah mobil kami. Pemahaman kami berenam saat itu mungkin karena jalan diperbaiki dan disitu tidak ada tanda panah yang bisa memberi petunjuk celah jalan yang harus dilalui, maka mungkin jalan diarahkan ke jalur sebelah dan berubah menjadi jalan dua arah (suatu pikiran yang sangat tidak rasional yang kami heran luar biasa bagaimana bisa sampai ke otak kami. Kekuatan apa yang membuat kami seolah tidak bisa berpikir jernih).

Singkatnya, kami masuk ke jalur sebelah. Betapa kami terkejut dan shock ketika kemudian dari jauh kami lihat dua mobil beriringan dengan kecepatan tinggi melintas di depan kami. Saat itulah kami sadar bahwa jalan ini tetap merupakan jalan tol satu arah. Dan kami sudah terlanjur masuk dan berjalan ....dengan melawan arah !!!! Oh...My God. Secara insting diputuskan untuk memberi tanda dengan mengkedip-kedipkan lampu mobil. Tapi kami lihat mobil di depan kami tetap melaju kencang tanpa ada keinginan untuk melambatkan laju mobilnya (jelas mobil ini nggak salah.  Siapa sangka ada mobil melawan arah di jalan tol satu arah, mungkin dia juga shock atau mengira kami rombongan orang mabuk atau orang gila naik mobil). Begitu saya lihat mobil itu tetap melaju kencang di depan kami....saya merasa itulah saat terakhir kami. Dan saat itulah spontan dari mulut saya (sebagai penganut iman kristiani) terucap dengan pelan , tanpa berteriak , menyebut : “Jesus“, dan dalam hati saya mengucap kalimat yang biasa menutup doa umat Kristen :  “KehendakMu jadilah”. Saya mengucap kalimat ini karena saya melihat hanya kuasa Ilahi atau mukjizat ...Miracle ...yang bisa menyelamatkan kami dan kalau ini akhir hidup kami ya inilah yang menjadi suratan nasib atau KehendakNya. Dan apa yang terjadi kemudian adalah ......suatu pengalaman batin yang tak bisa terlukiskan dalam kata. Sungguh ajaib....mobil yang melaju kencang di depan kami akhirnya berbelok menghindari mobil kami....demikian pula mobil yang melacu kencang di belakangnya juga mengikuti menghindari kami. Tapi ini belum berakhir.......dari jauh kami melihat entah truk atau bis yang jelas kendaraan besar yang melaju di depan kami. Namun, anehnya kami tidak panik. Ini yang juga membuat kami heran. Kami semua tenang menghadapi semua situasi yang mencekam ini dan saya yang biasanya penakut bisa dengan tenang bilang ke rekan yang mengendarai mobil untuk terus memainkan lampu mobil. Dan mobil yang ketiga ini pun mengambil langkah seperti dua mobil sebelumnya. Setelah melaju beberapa waktu akhirnya kami melihat celah masuk ke jalur lambat dan pelan-pelan kami membelok ke arah sana. Begitu bisa masuk ke jalur lambat... betapa leganya kami ..rasanya plong.  It’s Amazing !!! ... kata-kata yang biasa diucapkan Tukul ini berulang-ulang terlontar dari mulut kami.

Pengalaman  lolos dari maut ini sungguh benar-benar menakjubkan ....Amazing... dan ancaman maut itu tidak hanya berlangsung dalam hitungan detik, tapi kami harus terpaksa menghadapinya sepanjang kami menelusuri jalan yang melawan arah : ...di jalan tol....di tengah malam...yang pastinya kendaraan melaju dengan kecepatan maksimal. Pelajaran yang bisa diambil adalah kami jelas bersalah dan  kecerobohan ini bisa merugikan keselamatan orang lain. Namun, kesalahan ini tidak akan terjadi kalau ada  penunjuk jalan atau tanda perbaikan jalan yang memadai.  Hikmah dari sisi spiritual, untuk saya pribadi, adalah peristiwa ini membuat iman akan Kebesaran Kuasa Tuhan  menjadi semakin kuat. Kuasa itu sungguh nyata. Saya yakin teman-teman saya yang beda iman tentu juga meyakininya. Mereka saat itu tentu juga, meskipun tak terlontar secara lisan,  meminta campur tangan Kuasa-Nya.

Peristiwa ini menyadarkan saya akan arti hakiki agama atau religion. Bagi saya, agama adalah media untuk mengenal Kuasa Ilahi. Agama menyediakan media bagi umat pemeluknya untuk menuju kepada yang Maha Kuasa itu. Agama bukan sekedar identitas, yang menunjukkan siapa “saya” dan siapa “mereka”. Agama adalah way of life, cara pandang, cara memaknai  hidup, cara saya menanggapi setiap momen dan setiap pergumulan hidup yang saya hadapi. Intinya, agama adalah sumber kekuatan spiritual.

Karena itu, saya selalu melihat agama sebagai relasi yang sangat pribadi yang hanya Dia yang perlu tahu, tidak perlu saya pertunjukkan di depan umum atau di ranah publik. Begitu pribadinya hubungan saya dengan Tuhan, membuat saya tidak ingin itu diketahui orang banyak. Iman saya cukup Dia saja yang tahu. Saya tidak akan memanggil atau menyebut Nama-Nya tanpa tujuan yang jelas atau sekedar untuk menunjukkan identitas agama yang saya anut. Nama Tuhan yang saya imani hanya akan terucap dalam doa-doa pribadi. Saya ucapkan dengan sepenuh hati, sepenuh iman dan kepasrahan. Itu pula yang saya lakukan saat dengan pelan saya sebutkan Nama-Nya di saat diambang  ancaman maut. Dan ternyata sungguh benar firman Yesus yang menyatakan iman sekecil apapun memiliki kekuatan yang luar biasa :  “ If you have faith as small as a mustard seed, you can say to this mountain, 'move from here to there' and it will move." (Matthew 17:20)

Menutup tulisan ini,  saya kutip kata-kata inspiratif tentang mukjizat atau miracles berikut :
When you speak from your heart and say the words your soul has only dared to whisper, that’s when miracles happen (Unknown-http://www .jueves filosofico.com/miracles/ )
When you wish for something it most likely comes true - in forms small or big. You can be assured that there is a real connect with that one person out there. (http://thengodiary.blogspot.com/2011/08/the-ngo-diary-miracles-happen.html)

Refleksi tentang keajaiban Kuasa Tuhan menjadi lebih merasuk pabila sambil mendengarkan   lagu rohani ini :


Gambar : lupusranting.wordpress.com